Detail Berita

byAdmin

ARAGLOK, Inovasi Briket Arang Biji Glodokan SMPN 2 Mojosari Raih Prestasi di MOJOVAS 2025

Mojokerto – Inovasi ARAGLOK (Briket Arang Biji Glodokan) dari SMP Negeri 2 Mojosari berhasil menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat melahirkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan limbah biji glodokan yang selama ini hanya menjadi sampah di lingkungan sekolah, ARAGLOK hadir sebagai energi alternatif ramah lingkungan sekaligus sarana edukasi bagi peserta didik. Sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMPN 2 Mojosari mengembangkan inovasi ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Inovasi ARAGLOK juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 52 Tahun 2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), serta berbagai kebijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun daerah. Latar belakang lahirnya ARAGLOK berawal dari banyaknya limbah biji glodokan tiang yang bertebaran di lingkungan sekolah. Selain sulit terurai secara alami, limbah tersebut juga menjadi permasalahan kebersihan yang harus ditangani setiap hari. Melalui inovasi ini, limbah yang sebelumnya tidak bernilai berhasil diolah menjadi briket arang yang memiliki manfaat sebagai sumber energi biomassa alternatif. Proses pembuatan ARAGLOK dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan biji glodokan, proses karbonisasi atau penyengraian hingga menjadi arang, penumbukan dan penyaringan menjadi serbuk halus, pencampuran dengan perekat alami berupa tepung tapioka, pencetakan, hingga proses penjemuran sampai siap digunakan. Briket ARAGLOK memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya menghasilkan api yang stabil, minim asap, tidak berbau menyengat, serta memiliki durasi pembakaran yang relatif lebih lama dibandingkan arang biasa. Selain itu, bahan baku yang digunakan berasal dari limbah organik yang tersedia di lingkungan sekolah sehingga biaya produksinya sangat rendah. Keberadaan ARAGLOK memberikan berbagai manfaat, baik dari aspek lingkungan, pendidikan, maupun ekonomi. Dari sisi lingkungan, inovasi ini mampu mengurangi volume limbah organik dan mendukung pengurangan emisi karbon. Dari sisi pendidikan, siswa memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai konsep energi terbarukan, karbonisasi, dan ekonomi sirkular. Sementara dari sisi ekonomi, produk briket yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai unit usaha sekolah maupun sumber pendapatan tambahan melalui pemanfaatan limbah yang bernilai jual. Melalui ARAGLOK, SMPN 2 Mojosari membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari permasalahan sederhana di sekitar lingkungan sekolah. Inovasi ini sekaligus menjadi contoh nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan energi bersih dan terjangkau serta penanganan perubahan iklim.

56